26,299 views
321 likes
Dalam rangkaian Tingalan Jumenengan Dalem ke-37 Sri Sultan Hamengku Bawono Ka 10 dan GKR Hemas, Keraton Yogyakarta kembali menggelar Simposium Internasional Budaya Jawa. Simposium tersebut diselenggarakan di Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta pada 11-12 April 2026 dan mengangkat tema Arsitektur, Tata Ruang, dan Wilayah Kesultanan Yogyakarta.
Pelaksanaan Simposium diawali dengan pertunjukan Beksan Kuda Gadhingan yang ditampilkan oleh para penari Kawedanan Kridhamardawa. Tari ini merupakan Yasan Dalem (karya) Sri Sultan HB V yang mengisahkan pertarungan Raden Kuda Gadhingan dari Kerajaan Jenggala melawan Patih Mandra Sudira dari Kerajaan Pudhak Sategal untuk memperebutkan Dewi Candrakirana. Dibawakan oleh sepuluh penari pria, tari ini mengejawantahkan filosofi kiblat papat lima pancer yang tidak lazim digunakan dalam tari kakung. Warna-warni kostum penari merupakan simbol nafsu manusia. Kuning melambangkan sifat mutmainah atau sinar, putih supiyah (kesucian), hitam aluamah (makan) dan merah amarah (kemurkaan).
Ikuti berita seputar Kraton Jogja melalui media sosial berikut ini:
FB page, Youtube: Kraton Jogja
TikTok: @kratonjogja.id
Twitter, Instagram: @kratonjogja @kratonjogja.event @kratonjogja.tourism
Website: kratonjogja.id